Posted in Uncategorized

Dibalik Nama Anak Pertamaku (part 2)

Nah melanjutkan postingan sebelumnya, dibalik nama anak pertamaku (part 1)   begini kisahnya kenapa saya akhirnya memilih nama Mustafa Ali yang disarankan bapak saya:

(Saya pakai God PoV aja ya biar gak mbulet)

Selasa malam rabu saya berkali-kali terbangun saat tidur soalnya merasa perut mules walaupun tertahankan. Saya putuskan untuk tidak memberitahu siapapun kecuali suami saya.
Hari rabu pagi, bapak saya ke tegal di daerah lereng Gunung Semeru, lalu di siang hari beliau merasa dibisikin “Mustafa Ali” secara berulang. Dari situ, bapak menyimpulkan bahwa saya sudah mau lahiran dan segera pulang.
Rabu malamnya saya melahirkan. Ceritanya bisa dibaca disini.
Hari kamis saya upload foto anak saya di facebook, dan salah satu temen (temen tapi adek) kirim pesan di inbox fb. “Sudah dikasih nama belum mbak?” Saya jawab aja belum.

Saya lupa hari apa, tapi setelah kejadian di atas terjadilah pernincangan berikut antara saya dan Bapak (aslinya Bahasa Jawa)

Bapak : Namanya Mustafa Ali

Saya : Hloooo!!! (Kecewa pol) lha aku lo kepingin nama Jawa! Wes apa deh Jawanya dari Mustafa Ali? Owalah (saya bener-bener kecewa. Gimana enggak? Nama sudah dipikirkan lama banget eh tau2 ada yang mendikte begitu)

Bapak : ya terserah mau dipake apa enggak. Pokok aku dengernya gitu.

 

Dan bapakpun pergi.

 

Saya benar-benar sakit hati saat itu. Tapi saya menyadari, saya memilih nama hanya memilih saja, sedangkan bapak pastilah sudah berpuasa dan melakukan riyadhoh. Akhirnya dengan berat hati saya iyakan walaupun tetap saja dongkol.

 

Beberapa hari kemudian saya buka facebook lagi, dan ternyata Dek Nida sudah bales pesan saya.

“Mbak, nama anak e samean Mustafa, artinya yang terpilih. Mustafa izzat juga bagus. Azzam juga bagus.”

Whoaaa ini anak kok bilang begitu? Langsung saya bales.

“Wah pilihanmu kok sama kayak yang didapetin bapak? Iya nama anakku Mustafa Ali. ‘Aliyyun’ yang artinya tinggi”

Dan dia jawab,”nggak tahu, lha hasil istikharohku begitu.”

Daaaan begitulah hati saya terbuka dan saya terima dengan lapang dada bahwa nama anak saya adalah Mustafa Ali yang berarti “orang yang terpilih dan  luhur”.

 

EPILOG

Ali sudah berusia 4 bulan waktu itu dan saya bawa untuk dadah (bahasa kerennya massage) di dukun pijit saya waktu saya masih kecil dulu, Mbok Pat. Sebelum Mbok Pat memulai, beliau menanyakan nama Ali dan wetonnya. “Mustafa Ali mbok..” Dan beliau membaca doa, sholawat, dan beberapa surat pendek. Beberapa waktu berlalu dan Mbok Pat memecah keheningan “iki jenenge wes cocok. Cocok mbek arek e, cocok mbek weton e, cocok mbek watek e arek e. Wis gak kenek diobah ongkrek maneh” (ini namanya si anak sudah cocok. Cocok dengan anaknya, dengan wetonnya, dengan wataknya. Sudah tidak bisa diganggu dan dirubah-rubah lagi).

Saya dan suamipun tersenyum.

 

*Terimakasih banyak bapak yang sudah menamai Ali, Dek Nida yang walaupun sudah lama tidak ketemu masih nyempatkan sholat istikharoh demi anakku).

dibalik nama anak pertamaku (part 1) dibalik nama anak pertamaku (part 1)  

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s