Posted in Serba-serbi

Renungan Sore

Bapak akan berusia 50 tahun depan, sedangkan ibuk 45. Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Walaupun jodoh, mati, dan rejeki di tangan Alloh, tapi rasa tidak ingin ditinggalkan mulai muncul didalam hati. Padahal belum tentu juga, bisa saja yang muda yang pergi dulu, tapi ketakutan sedikit demi sedikit mulai tumbuh. Apa jadinya aku tanpa mereka? Kalau kangen nanti bagaimana?

Doa memintakan umur panjang untuk merekapun mulai aku kaji ulang. Bukan karena apa, tapi ini zaman zamane wes akhir. Sungguh aku gak pingin kalau mereka adalah salah dua orang yang mengalami kiamat. Jangankan kiamat, dajjal pun semoga gak mengalami.

Tapi aku belum mau ditinggal sendiri, dengan sidut, dengan Ali. Baru aku menikah setahun, usia bapakku sudah enampuluh tiga kurang tigabelas, kalau aku pakai Nabi Muhammad sebagai acuan. Tigabelas tahun itu lama ndak? Kok perasaan akhir2 ini rasanya habis lebaran sudah lebaran lagi ya?

Gusti Alloh kang Moho Agung, sungguh benar waktu orang2 bilang urip iki mung mampir ngombe. Ya Robbi Ampunilah dosa kedua orangtuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi aku diwaktu kecil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s