Posted in Serba-serbi

BYE SID, Sepertinya Kita Harus Berpisah

dalam urusan ngefans SID, Superman Is Dead, saya memang baru. kalau lagu-lagunya sih sudah dengar dari jaman SMA, tapi saya baru benar-benar mengikuti band asal Bali ini 2-3 tahunan. Itupun karena pacar saya outsider. Setiap saat pasti dia bilang SID ini, itu,jerinx ini,itu, dan sebagainya. sebagai orang yang suka penasaran, saya mulai google siapa sebenarnya SID , bagaimana background mereka, dan ternyata saya cukup terkesima dengan deretan penghargaan yang mereka terima sebagai band indie (sebelum masuk major lable dulu), bahwa mereka pernah tour ke amerika, Australia, dan terutama karena mereka pecinta lingkungan yang sejati.

Semakin hari saya semakin suka baca-baca profil, liputan, skrip wawancara, dan apapun yang berhubungan dengan SID. tapi dengan sangat berat hati, sepertinya saya harus meninggalkan mereka segera. alasannya Cuma satu, yaitu, mereka plin plan dan tidak bertanggungjawab dengan ucapannya sendiri. itu perlahan-lahan menggerogoti respect saya sama mereka.

berikut beberapa hal yang menyadarkan saya:

  1. di setiap skrip wawancara yang saya baca di Internet, jawaban SID untuk pertanyaan yang sama bisa berbeda-beda. misal saja, untuk pertanyaan tentang bergabungnya SID dengan major lable. pada satu wawancara, SID menjawab bahwa si major lable lah yang mengajak bergabung, bukan SID yang mengirim CD demo untuk direkrut, dan untuk itu SID menganggap bahwa derajat ML(major lable) dan SID sama. Oleh karena itu, tidak ada alas an untuk ML mengatur-atur SID. (sumber)
    Picture1namun demikian, kemudian, SID bilang alasan “Pertama, lebih menghasilkan dibanding indie label” (sumber). nah, jadi sebenarnya alasan bergabung dengan major label yang benar yang mana. contoh lain juga bisa dilihat dari statusnya yang awalnya SID anti politik, tapi berkoar-koar untuk memilih/ tidak memilih partai tertentu, juga tentang pembelaan SID waktu aliran punk nya yang dianggap gak umum (waktu itu Jrx bilang miris bahwa punk yang artinya kebebasan harus dibatasi dengan aturan bahwa punk harus begini, begitu merupakan ironi) yang berkebalikan dengan postingannya yang berjudul “real punk vs punk kekinian” yang mengangkat bahwa punk yang sebenarnya itu seperti ini, sedangkan punk jaman sekarang seperti itu (secara tidak langsung SID juga mengakui bahwa ada punk asli dan ada punk-punk an, lupa kali kalau pernah bilang bahwa punk adalah kebebasan), juga masih banyak lagi contoh lain kalau anda suka membaca pasti banyak yang bertolak belakang dari statement2 mereka.sendiri.
  1. SID selalu berkoar untuk persatuan dan kesatuan, alias kebhinekaan, juga untuk menghargai perbedaan, tapi tingkah lakunya berlawanan. Bagaimana bisa saya bilang berlawanan? di hampir sebagian besar status facebooknya, SID seringkali meng-generalisasikan bahwa kaum minoritas pasti tertindas dan mayoritas pasti jejana. misalnya, dalam urusan agama, SID menganggap islam=FPI. FPI=jahat. berarti islam=jahat. tentu saja ini tidak benar. Malahan yang terjadi sebenarnya adalah banyak juga orang islam yang tidak suka dengan kelakuan FPI. contoh selanjutnya, berhubungan dengan pilpres 2014. entah kenapa SID mendoktrin outsider dan LR untuk memilih capres no.2, dan mereka menganggap kalau bukan no.2 berarti salah, dan tidak cerdas. inilah yang baru-baru ini terjadi dan membuat saya muak. SID menganggap semua hal yang tidak sejalan dengan pola pikirnya adalah salah, tidak cerdas, buruk, tidak bhinneka. pernah suatu kali Bobby bikin statement “Orang kalau sudah terindoktrinasi cenderung pakai kaca mata kuda, melihat kebenaran hanya dari satu sisi.” sepertinya itulah yang terjadi sama mereka sekarang, melihat kebenaran hanya dari 1 sisi. mana esensi dari lirik “ayo bangun dunia diatas perbedaan”? kenapa SID tidak menghargai pilihan orang lain dan menghargai perbedaan?
  2. kata-kata yang digunakan SID dalam nyetatus dan nge tweet kasar dan berkonotasi negative, padahal mereka selalu berkoar untuk menciptakan perdamaian.  Saya tahu dan mengerti bahwa SID idealis, dan berusaha untuk membela kaum minoritas. tapi apakah itu menghalalkan mereka untuk menyalahkan orang lain dan berkata-kata kasar? seringkali ungkapan “orang tidak cerdas adalah orang yang …… (biasanya kondisi yang gak sejalan sama idealism SID)” atau “orang yang absurd adalah…” dan kalimat-kalimat lain yang sangat tidak mencerminkan adanya toleransi terhadap perbedaan. kecuali kalau yang dimaksud SID dengan perdamaian adalah mencela dan membenci orang lain, menurut saya itu bukan perdamaian.

entahlah, mungkin selama ini saya salah memilih. saya tidak melihat cukup dalam sebelum mendeklarasikan diri saya sebagai fans SID sehingga saya kecewa. atau mungkin, SID yang sudah berubah. Idealisme mereka sudah berganti. selama para outsider masih bilang ‘cheers’ dan ‘lanjutkan Bli’, mereka menganggap apa yang mereka lakukan benar tanpa melakukan introspeksi lebih lanjut. yang jelas saya sudah memutuskan, saya tidak mau mengidolakan orang yang tidak bertanggungjawab, lebih-lebih pada ucapannya sendiri. BYE Superman Is Dead, sepertinya kita harus berpisah.

tambahan:

wow, saya pikir Cuma saya yang merasa begini, ternyata tidak. coba cek postingan  mirza ini. yang kedua malah menunjukkan ketidakdewasaan dari seseorang yang tidak bisa menerima kritik.

http://sleepers.heck.in/suasana-panas-antara-akujrx-sid-pilpres.xhtml?PHPSESSID=fc797679c7a0042641d33b1819682b04#new-comment-anchor

http://sleepers.heck.in/ronde-2-suasana-panas-antara-aku-jrx-sid.xhtml