Posted in Kucing

Dokter Hewan Judes di Malang (Hati-hati)

Punya hewan peliharaan berarti harus memperhatikan kesehatannya juga. Tidak jarang saking sayangnya, si master akan membawa pet nya ke dokter hewan. Alhamdulillah kalau dapat dokter hewan yang ramah, sabar, dan murah. tapi apa jadinya kalau dokter hewan yang dikunjungi judes, suka menghina, dan mahal pula.

salah satu kenalan saya di facebook pernah curhat tentang pengalamannya mendatangi dokter yang semacam ini. ceritanya, kenalan saya ini bawa kucing persia mediumnya ke salah satu dokter hewan di daerah malang sini. bukan hanya pengobatan yang dia terima, tapi juga penghinaan dan kejudesan dari dokter hewannya. untuk lebih lengkapnya simak percakapan dibawah ini.

SETELAH TAK TERJEMAHKAN KE BAHASA INDONESIA JADI GINI:

teman-teman aku curhat ya….
barusan kucingku jenis medium kan flu, jamuran, trus matanya berair terus. akhirnya aku bawa ke dokter hewan malang.
lha sampe sana kok gak dipersilahkan duduk. aku nunggu lama sambil berdiri, trus iseng2 ttanya soalnya koleksi kucingnya (dokternya) banyak…
Aku: Dok, itu semua kucingnya ta?
Dokter: IYA, kenapa?
Aku: gpp kok banyak.
Dokter: sakit apa ini kucing sampeyan? trus doktere ngomong “EALAH KUCING MEDIUM GINI TA? INI KUCING RAS DIKAWIN KAMPUNG. KALAU AKU GAKPUNYA DONG KUCING KAYAK GINI. LIHATEN KUCINGKU LHA MAHAL2. PEDIGRI SEMUA MAS….
aku: iya flu, jamuren, trus matanya berair terus.
dokter: sudah vaksin?
Aku: belum soalnya dulu mau divaksin masih kena scabiess jd sama dokter langganan saya (yang di jombang) gak boleh divaksin
Dokter: Dokter Jombang? siapa nama e?
Aku: drh. Wiwik Idayanti
Dokter: oh, gak terkenal. paling dokter baru ya, blum pengalaman.
Aku: (sambil senyum) hmmm…. (batinku: emang lu aja yang gak kenal tapi sok kenal. sok tau!!)
Dokter: makanan kucingnya apa?
Aku: RC di mix MDC.
Dokter: lngapain di mix? kasih RC aja. kamu pingin kucingmu cepet mati  dicampur yg lain? gak ada critanya pakan murah tapi bagus. kalo bagus itu ya mahal .dari pertama belajar ilmu dokter saya gak pernah nemu yg namanya pakan murah bagus.
Aku: (dalam hati: Jasik congornya kalo ngomong semaunya sendiri) gak lah dokter. aku pingin kucingnya sehat.
Dokter: Wes ini tak suntik flu. kucingnya doyan makan apa gak?
Aku: ya doyan…
Dokter: Lhakok kurus, kenapa ini?
Aku: (mbatin: ya gaktau dus. lhawong lu dokternya kok tanya ke aku) Gak tau dokter, mungkin cacingan.
Dokter: yaudah tak kasih obat cacing. gak pernah kamu kasih obat cacing ta?
Aku: pernah! merk e lupa.
Dokter: takerane berapa?
Aku: tulisan di tabletnya 1 pil untuk 10 kg
Dokter: gak pernah ada ukuran segitu. kalo obat cacing kucing. biasane 1 pil untuk 4 kilo. diberi tahu siapa kamu kok ngawur?
Aku: dari petunjuknya itu.
Dokter: gak pernah tau aku ukuran 1 pil untuk 10 kg. dari awal kuliah kedokteran sampe sekarang belum nemu itu. sudah selesai tak suntik. ongkosnya 100 rb. nanti dalam 3 hari kalo kucingnya masih sakit, bawa balik kesini lagi ya…
Aku: iya… (dalam hati: kagak bakal aku balik kesini lagi. JAWABANMU gak enak banget kalo ditanyai. cukup sekali ini aja!! ITU MULUT APA PEDAL KOK KALO NGOMONG NGAWUR. KENE NEK PEDAL TAK PANCALE!!)
lawan dokter kayak gitu enaknya diapain??

ini versi aslinya, bahasa jawa:

rek aku curhat yo….
iki maeng kucingku jenis medium kan flu, jamuren, trus mripate berair terus. akhire tak gowo nang dokter hewan malang.
lha sampe kono iku gak dipersilahkan lungguh. aku njangur suwi ngunu ngadek, trus iseng2 takok soale koleksi kucinge uakeh…
Aku: Dok, itu semua kucingnya ta?
Dokter: IYA, kenapa?
Aku: gpp kok banyak.
Dokter: sakit apa ini kucing sampeyan? trus doktere ngomong “EALAH KUCING MEDIUM NGENEKI TA? INI KUCING RAS DIKAWIN KAMPUNG. NEK AKU YO GAK DUWE KUCING NGENEKI. LIHATEN KUCINGKU LAK MAHAL2. PEDIGRI KABEH MAS….
aku: iya flu, jamuren, trus mripate berair terus.
dokter: sudah vaksin?
Aku: belum soalnya dulu mau divaksin masih kena scabiess jd sama dokter langganan saya (yang di jombang) gak boleh divaksin
Dokter: Dokter Jombang? siapa nama e?
Aku: drh. Wiwik Idayanti
Dokter: oh, gak terkenal. paling dokter baru ya, blum pengalaman.
Aku: (sambil senyum) hmmm…. (batinku: ancene awakmu ae sing gak kenal tp sok kenal. kemeruh)
Dokter: makanan kucingnya apa?
Aku: RC di mix MDC.
Dokter: lhalapo di mix? kasih RC aja. kamu pingin kucingmu cepet mati ta dicampur yg lain? gak ada critanya pakan murah tapi bagus. nek bagus itu ya mahal dari pertama belajar ilmu dokter saya gak pernah nemu yg namanya pakan murah bagus.
Aku: (dalam hati: Jasik cangkeme lower e nek ngomong. sak njeplak e tok ae) gak lah dokter. aku pingin kucinge sehat.
Dokter: Wes ini tak suntik flu. kucinge doyan makan apa gak?
Aku: ya doyan…
Dokter: Lhakok kurus, kenapa ini?
Aku: (mbatin: yo embuh ndos. lhawong doktere awkmu kok takok e nang aku) Gak tau dokter, mungkin cacingan.
Dokter: yaudah tak kasih obat cacing. gak pernah kamu kasih obat cacing ta?
Aku: pernah! merk e lupa.a
Dokter: takerane berapa?
Aku: tulisane di tablet e 1 pil untuk 10 kg
Dokter: gak pernah ada ukuran segitu. kalo obat cacing kucing. biasane 1 pil untuk 4 kilo. diberi tahu siapa kamu kok ngawur?
Aku: dari petunjuknya itu.
Dokter: gak pernah tau aku ukuran 1 pil untuk 10 kg. dari awal kuliah kedokteran sampe sekarang belum nemu itu. sudah selesai tak suntik. ongkosnya 100 rb. nanti dalam 3 hari kalo kucingnya masih sakit, bawa balik kesini lagi ya…
Aku: iya… (dalam hati: ora kudu mbalek nang awakmu. JAWABANMU gak tau penak nek ditakoni. wes pisan ae!! IKU CANGKEM TA PEDAL KOK NEK NGOMONG NGAWUR. KENE NEK PEDAL TAK PANCALE!!)
mungsuh dokter koyok ngunu iku trus aku kudu pye??

hmm.. hati-hati kalau pilih dokter hewan teman-teman

 

Posted in Serba-serbi

Pengalaman Melamar Kerja di English First/ EF

Siapa yang tidak tahu English First/ EF? English First merupakan salah satu sekolah kursus Bahasa Inggris terkemuka di Indonesia, bahkan di dunia. Salah satu yang membuatnya terkenal adalah adanya guru native dari Australia,Canada, England, atau US.

beberapa waktu yang lalu EF Malang mampir ke seminar di kampus saya. Salah satu dosen posting di facebook kalo EF bakal mengadakan recruitment diseminar itu. walaupun sudah lulus kuliah, akhirnya saya datang saja kesana biar bisa melamar ke EF. memang saat itu saya lagi desperate banget butuh uang buat bayar cicilan motor. kalau Cuma mengandalkan gaji dari sekolah bisa-bisa saya nggak jajan sebulan. sebelumnya saya juga sempat google tentang gaji di EF, yang ternyata fantastic, yaitu sekitar 75ribu per jam untuk yang part time  atau 3.3 juta perbulan buat yang fulltime.

di seminar itu, saya menyerahkan lamaran dan CV yang saya tulis dalam bahasa inggris, lalu saya disuruh mengisi semacam angket yang isinya tentang data diri saya, darimana saya tahu EF, bagaimana EF menurut saya, apakah saya mau ditempatkan di luar malang, dan lain-lain semacam itu.

beberapa hari kemudian saya ditelepon pihak EF dan diundang untuk menjalani tes tulis. hari berikutnya saya datang di EF Malang. menurut saya tesnya gampang sih, kebanyakan grammar, idiom, colloquial words, dan writing. tes tulis dibagi menjadi 6 bagian. saya sudah agak lupa pastinya, tapi kira-kira begini:

  1. disediakan teks rumpang, kita diminta untuk mengisikan to be ke tempat-tempat yang sudah disediakan
  2. disediakan teks rumpang, kita diminta untuk mengisikan kata-kata yang tepat untuk melengkapi teks tersebut, cenderung ke verb, colloquial words.
  3. kita diberikan teks. dalam teks tersebut ada beberapa kata dalam kurung, dan kita diminta untuk mengubah kata tersebut menjadi kata yang sesuai dengan konteks. misalnya ‘(ironic )speaking…’ kita harus mengubah ironic menjadi ‘ironically’
  4. disediakan beberapa kalimat, kita diminta untuk mengubah kalimat tersebut menggunakan kata yang disediakan agar menjadi kalimat baru yang memiliki arti yang sama. misalnya ‘I don’t want to watch movie right now’ dan kata yang disediakan adalah ‘fancy’, maka kalimat barunya adalah ‘I don’t feel it’s fancy to watch movie right now’
  5. kita diberi sebuah paragraph yang didalamnya sudah disisipi kata-kata baru. tugas kita adalah menemukan kata-kata tersebut dan menghilangkannya agar paragraph tersebut menjadi benar
  6. test writing. waktu itu saya diminta untuk membuat review acara TV tentang nature. ah yang ini saya kena banget deh, soalnya udah pada lupa acara-acara discovery channel yang pernah saya lihat waktu kecil.

setelah menjalani tes tulis, keesokan harinya saya menjalani sesi wawancara.saya ditanya macem-macem mulai dari yang tentang diri sendiri, pendapat saya tentang EF, juga kesiapan saya untuk bekerja di EF. saya ditanya apakah siap melepaskan pekerjaan saya yang sekarang dan menjalani jam kerja sampai jam 9 malam.

Singkat cerita setelah beberapa hari saya ditelepon pihak  EF diminta untuk bergabung kelas training selama 2 minggu di Surabaya. Tapi setelah saya pertimbangkan, dengan sangat terpaksa saya membatalkan aplikasi saya. alasannya, pertama karena jam kerja yang pulangnya jam 9. saya gak mau nanti kalau menikah saya pulang lebih malam dari suami (yang pulang jam4). yang kedua, saya rasa EF bukan tempat yang tepat untuk meraih cita-cita saya. memang EF adalah sekolah yang saaaaangat bagus, tapi cita-cita saya memperbaiki Indonesia dari generasi penerusnya. berarti untuk mencapai cita-cita saya, saya harus mengajar di tempat dimana saya bisa menyelipkan sedikit wejangan wejangan ditengan pembelajaran ke murid saya. dan saya kira lembaga kursus bukan tempatnya.

kalau misalnya anda ingin menjadi guru bahasa inggris di EF, saya sangat menyarankan anda untuk mencoba melamar. selain gajinya bagus, suasana kerja juga terlihat menyenangkan dan exciting. disana anda juga bisa tampil cantik dan rapi setiap saat karena memang dituntut untuk begitu. seandainya saja tidak berlawanan dengan cita-cita saya, dan seandainya saja jam kerjanya tidak seperti itu, pasti saya akan memilih EF.

Posted in saya guru, Serba-serbi

Sudah Pesan, Tidak Mau Bayar, Mencaci Maki Pula

pernah berbisnis online tidak pemirsa? saya pernah,tapi bukan berjualan seperti pada umumnya, saya menawarkan jasa membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) mata pelajaran Bahasa Inggris.Dengan modal pasang iklan di Tokobagus dan Tokopedia, saya memulai karir sampingan ini.

sudah beberapa kali ada mahasiswa atau guru pesan RPP ke saya, dan Alhamdulillah cocok. bahkan tidak jarang ada yang balik lagi dan akhirnya jadi langganan. Tapi pengalaman yang kemarin benar-benar bikin sakit hati. Betapa tidak, ujug-ujug ada seseorang yang pesan RPP ke saya, minta jadi dalam semalam, tidak bayar-bayar walaupun sudah ditagih 3 kali, lalu terakhir saya dicaci maki pula. ahhh.. nyesek dipojokan. begini cerita selengkapnya.

sekitar 2 minggu yang lalu si A sms ke saya minta dibuatkan RPP skill listening untuk kelas XI SMK. dia bilang untuk micro teaching, dan butuh secepatnya. jam 1 siang itu, dia sms minta RPPnya jadi keesokan harinya. ‘baiklah kalau begitu’ dalam hati saya menggumam. walaupun biasanya pesanan RPP jadi tiga hari, karena kesibukan saya yang lain, tapi kali ini saya relakan biar jadi sehari dan saya kasih tarif biasa, 25.000

hari berikutnya, RPP sudah saya kirim via email ke si A. kemudian si A bilang akan mengirim uangnya segera. tapi ternyata sampai hari berikutnya belum juga dikirim. juga  hari berikutnya. dia terus saja berjanji akan mengirim pada hari selanjutnya, dua hari lagi, dan sebagainya. total ada tiga kali saya tagih dalam waktu 2 minggu. tapi tetap saja si A tidak mentransfer uang yang Rp25.000 itu.

akhirnya, saya sebal dan menyerah. saya SMS si A dengan sedikit pesan yang mungkin menyinggung bagi dia:

“sudah mbak ndak usah anda transfer uangnya. saya sarankan anda ndak usah jadi guru kalo gak bisa tepatin janji. kasian muridnya, soalnya guru kencing berdiri murid kencing berlari. semoga keluarga, anak, adik, orangtua mbak tidak mengalami seperti yang saya alami”

saat menulis pesan itu, saya benar-benar sedang memikirkan apa yang akan terjadi jika si A menjadi guru. seperti pepatah, guru kencing berdiri murid kencing berlari, bisa dibayangkan kalau gurunya tidak bertanggung jawab, muridnya akan lebih parah lagi. saya disini sedang memperbaiki moral, eh ditempat yang lain ada yang tidak memperdulikan moral. rasanya cekit cekit kayak ditusuk jarum. hehe

beberapa saat kemudian, saat saya cek HP, ternyata sudah ada SMS dari si A yang isinya mencaci dan menjelekkan RPP buatan saya.

“mau jd guru ap ndak tu urusn sya nti. wong RPP buatanmu tu blm sempurna masih 0 nilainya. RPP jaman sekarang tu pake bahasa inggris. materinya juga biasa az gd yg istimewa. klah sma pny tman2 sya. lgian sya mlh te2p bkin rpp sndiri. skillny g jlas msih cmpur antra reading sma listening. mau brp pun wktny bsa2 az. trgntug bgmna mngtur wktnya (maksudnya alokasi waktu untuk mengatur kegiatan di kelas)”

deng dong!! “sudah mbak, jangan jadi guru!!” batin saya. sepertinya memang kurang tepat kalau jadi guru (dalam hati tapi.hahaha)

sebelum saya lanjutkan, ada beberapa klarifikasi yang mau saya sebutkan sehubungan dengan cacian si A tersebut:

  1. RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dibuat sebagai acuan jalannya pembelajaran. RPP digunakan sebagai pegangan agar pembelajaran bisa berjalan optimal dan tidak melenceng. selain itu, RPP juga digunakan saat guru yang bersangkutan tidak bisa hadir mengajar, jadi RPP diberikan ke guru piket untuk dijalankan oleh guru piket.

tidak ada aturan khusus mengenai format RPP, atau bahasa apa yang harus digunakan dalam RPP. selama di dalam RPP ada Indikator, Tujuan pembelajaran, materi, dan kegiatan pembelajaran, itu sudah bisa dianggap sebagai RPP walaupun masih kasar. bahkan coret-coretan yang kita buat untuk merencanakan pembelajaran di esok hari pun sudah bisa dibilang RPP kasar. kalau mau yang sempurna, ditambahkan kompetensi inti, kompetensi dasar, penilaian, dan lampiran-lampiran.
si A menganggap RPP saya gak modern karena menggunakan Bahasa Indonesia, bukan Bahasa Inggris. dalam hal ini, saya mempertimbangkan bahwa RPP harus bisa dimengerti oleh guru piket yang akan menggantikan si guru saat dia tidak masuk atau berhalangan mengajar. seperti semua orang tahu, tidak semua orang mengerti bahasa inggris. kalau RPP dibuat dalam Bahasa Inggris, guru penjaskes, matematika, kesenian, dan guru lain yang bukan guru bahasa inggris dimungkinkan tidak mengerti RPP yang dibuat.

dari sini saya juga miris, karena ternyata orang-orang menganggap bahwa bahasa Inggris itu modern, sedangkan Bahasa Indonesia kuno. (peluk bendera merah putih)

  1. saat mengirim RPP pada si A, saya melampirkan catatan yang isinya menyebutkan bahwa RPP ini ‘dianggap’ digunakan saat pertemuan pertama. direncanakan materi yang sama akan diajarkan dalam 2 atau 3 pertemuan.
    karena ini adalah pertemuan pertama untuk materi yang baru, jadi saya beri video youtube tentang materi yang isinya basic. juga saya lampirkan materi podcast dari eslpod.com yang sudah saya edit. tapi ternyata si A menganggap materi yang saya berikan biasa banget.
    untuk pertemuan pertama, kalau saya..(kalau saya lo ya) tidak akan memberi materi yang terlalu kompleks, terutama untuk waktu yang sangat terbatas yaitu 30 menit. ibaratnya 20 menit pertama adalah untuk mengenalkan materi, dan menarik minat siswa. kalau materinya langsung yang kompleks, bisa dibayangkan siswa akan ngantuk, malas, dan sebagainya.
  2. si A menganggap skill yang saya pakai di RPP tidak jelas antara reading dan listening. satu hal yang ingin saya teriakkan pada si A “ANDA TIDAK TAHU INTEGRATED SKILL???
    integrated skill adalah penggunaan 2 skills atau lebih dalam menggunakan bahasa. dalam bahasa, ada 4 skill yang dikembangkan yakni mendengar, berbicara, membaca dan menulis. tidak mungkin kita berbicara tanpa mendengar, atau menulis tanpa membaca. dalam RPP yang saya buat, skill yang saya integrasikan adalah listening (saat mendengar podcast dan video), reading (soal yang saya berikan dalam bentuk bacaan, kemudian diberi beberapa jeda kosong dimana siswa harus mengisi jeda tersebut dengan kalimat yang mereka dengar), writing (saat siswa menulis jawaban di lembar soal), dan speaking (saat mendiskusikan hasil pekerjaan). kalau memang si A minta yang listening murni,mungkin dia bisa meminta muridnya mendengarkan podcast, tanpa menulis sama sekali, tanpa berbicara sama sekali, dan tanpa membaca sama sekali. suruh siswa masuk kelas, putarkan kasetnya, biarkan mereka mendengarkan, sudah selesai, suruh mereka keluar kelas.
  3. si A menganggap RPP saya yang saya beri alokasi waktu itu jelek. sekali lagi, fungsi dari RPP adalah acuan. jika ada alokasi waktu yang dicantumkan, maka itu akan membantu guru agar tetap on the right track, walaupun tetntu saja alokasi waktu itu tidak harus diikuti dengan persis, melainkan disesuaikan dengan kondisi kelas. tidak bagus bukan kalau pembelajaran yang direncanakan tigapuluh menit malah molor atau selesai sebelum wakt habis?

setelah sms itu, saya berusaha sms si A,menanyakan dari mana dia dapat sumber kalau RPP harus dalam bahasa inggris, juga apakah dia tahu tentang integrated skill. Saya juga menyarankan padanya untuk belajar membuat RPP kalau ingin jadi guru. selain itu dia juga mencaci saya dia bilang saya kuno, lulusan jaman batu, RPP saya jelek dan tidak layak jual dan sebagainya. saya sudah berusaha menjawab dengan diplomatis bahwa seharusnya kalau si A memang tidak suka dengan RPP buatan saya, seharusnya dia bilang segera setelah menerima dan membaca RPP yang saya kirim. tapi dia malah makin mencaci saya mengatakan bahwa dia bisa membuat RPP yang jauh lebih bagus dari saya, dan “grammatically correct” begitu katanya. jadi apa Negara ini kalau gurunya berakhlak seperti itu. *mengelus dada*di akhir-akhir SMSan, dia mengaku bahwa dia mahasiswa PBI dan pesan RPP untuk tugas kuliah (sumpah saya pikir untuk micro teaching tes kerja).

di akhir-akhir sms, saya merasa offended karena dia membawa-bawa nama almamater saya. saya sms dia dalam bahasa inggris, yang intinya, kalau memang dia tidak suka dengan rpp buatan saya tidak apa-apa, mungkin memang standar bagus kami berbeda. lalu betapa terkejutnya saya saat dia menjawab dengan bahasa inggris campur indonesia, dan ternyata dalam 1 pesan dia melakukan 2 kesalahan mencolok  yaitu: “i already made by myself” bukannya “I already made one myself” dan yang satunya lagi adalah “seseorang yang punya high qualified seperti saya” bukannya “high quality” atau “high qualited“. mungkin tu yang dia anggap grammatically correct.

saya tutup sms dengan kalimat “thanks you’ve just made my day. you’re so funny. GBU” dan saya tertawa dan tersenyum dalam hati.

satu hal yang saya yakini, Tuhan saya Maha Adil. Dalam hati saya benar-benar berdoa, semoga si A mendapat pekerjaan lain yang bukan guru, kalau memang dia tidak bisa berubah. Saya benar-benar tidak ingin melihat Indonesia saya semakin terpuruk dengan adanya guru-guru yang ‘kencing berdiri’. kalau gurunya saja ingkar janji, muridnya mau jadi apa??

Posted in Kucing

Solusi Alami Mengatasi Kucing Jamuran

Siapa sih yang gak sebel lihat kucing yang disayang jamuran??  bulunya rontok sehingga terlihat bulatan-bulatan tanpa rambut di badannya, ada semacam ketombe di kupingnya. iiihhh geliiiii dan gemes pingin ngilanginnya. Jamur pada kucing disebabkan oleh spora jamur yang beterbangan di udara nempel di kulit kucing. dan kalau si kucing kurang suka menjaga kebersihan (kur

ang suka jilat2 atau grooming), jamur bisa dengan mudah berkembang biak dari awalnya Cuma setitik jadi lebar.

Banyak obat berupa salep maupun shampoo ditawarkan buat mengatasi jamuran pada kucing, tapi siapa tau ada obat alami herbal yang justru manjur dan lebih aman dari obat-obat berbahan kimia tersebut?

Yepp. VCO, itulah namanya, Singkatan dari Virgin Coconut Oil atau mudahnya minyak kelapa. kalau fungsi asli dari VCO sih, bila dikonsumsi manusia 2-3 sendok makan sehari, bisa melancarkan metabolism tubuh, menjaga daya tahan tubuh, dan banyak fungsi lainnya.

berawal dari kucingku, si Shiro, yang udah lama gak pulang ternyata pulang dengan kepala dan kuping penuh jamur, akhirnya aku browsing2 tentang cara mengatasi Jamur pada kucing. dari situlah aku tau bahwa VCO bisa digunakan untuk menghilangkan jamur pada kucing.

Caranya bagaimana?

oleskan aja setiap hari sekali atau 2 kali ke bagian yang berjamur. bisa pakai cottonbud, kapas, atau kuas.

nah langsung setelah aku praktekkan ke Siro, inilah yang terjadi:

  • 2 hari pertama, rambut di bagian yang diolesi rontok, beserta jamur-jamurnya mengelupas.
  • hari ke 4, rambut baru mulai tumbuh, lembut dan jamur sudah pergi.

kelebihan menggunakan VCO untuk menghilangkan jamur pada kucing:

  1.  terbuat dari bahan alami, jadi kalau dijilat oleh kucing tidak berbahaya dan malah menyehatkan.
  2.  kalau pakai obat berbahan kimia harus diberi collar, tapi kalau dengan VCO tidak usah.

ini foto Siro sebelum dan sesudah diolesi selama seminggu:

kiri: sebelum diolesi VCO, kepala jamuran, telinga seperti berketombe kanan: seminggu sesudah mulai diolesi, jamur hilang, rambut baru mulai tumbuh
kiri: sebelum diolesi VCO, kepala jamuran, telinga seperti berketombe
kanan: seminggu sesudah mulai diolesi, jamur hilang, rambut baru mulai tumbuh

Edit 12 nov 2015: mohon sebelum mengajukan pertanyaan baca dulu komen2 yang sudah ada. Siapa tau pertanyaan anda sudah pernah diajukan dan saya jawab. Trims