Posted in Serba-serbi

Malem mingguan ke Alun-Alun Kota Batu

Ada yang sudah pernah ke kota Batu? kota Batu terletak di dekat kota Malang, Cuma setengah jam kalau macet. kalau tidak macet paling 15-20 menit.

Nah hari sabtu sore tanggal 29 Maret kemarin saya kesana dalam rangka malem mingguan. hehe.. habisnya setelah diingat-ingat kok kayaknya sudah lama ndak kencan, jadi saya sama cami sepakat mau kencan malem minggu itu. pertama sih gak ada rencana mau kemana, tiba-tiba saja terlintas pingin ke Alun-alun kota batu.

alun-alun batu
alun-alun batu

dari kota Malang, kami naik motor lewat dinoyo. waktu berangkat kami mampir dulu di kedai Assalamu’alaikum di depan universitas Muhammadiyah Malang. Kedai Assalamu’alaikum ini hampir pasti kami samperin kalau kami ke Batu. tempatnya cozy dan makanannya murah, ditambah lagi parkirnya gratis. tempat duduknya da yang lesehan, ada juga yang pakai meja makan. disini saya pesen lalapan ayam kremes (Rp7000), kentang goring (Rp4000), dan es jeruk manis (Rp3000) sedangkan cami makan lalapan bebek goring (Rp15.000) dan minum soda gembira (gaktahu harganya berapa, mungkin 7 atau 8 ribu) ditambah nasi 2 porsi (2000/ porsi).

Setelah kenyang, kami melanjutkan perjalanan ke alun-alun batu. sekitar 15 menit kemudian sampai deh.

pertama kami parkirin motor dulu seharga Rp2000 di sebelah timur alun-alun, dan masuk ke alun-alun.

kesan pertama: Rame, bersih, teratur. Tidak seperti alun-alun kota malang yang semrawut karena banyak pengemis dan pedagang asongan yang, sumpah, kadang-kadang mengganggu ketenangan, di alun-alun kota batu kita bisa duduk-duduk di tempat duduk yang banyak disediakan dengan nyaman tanpa terganggu pengamen dan pedagang yang memaksa kita untuk membeli dagangannya. karena waktu itu malem minggu, jadi rame banget. ada yang berpasangan sama pacarnya, ada juga yang bawa keluarga dan anak-anak kecil.

oiya di alun-aun batu ini ada lampu-lampu yang dibentuk seperti lampion besar. ada yang bentuknya apel, strawberi, kelinci, singa, dan banyak lagi. buat yang bawa anak kecil, disediakan juga playground buat anak-anak yang ada prosotan, jungkat-jungkit, dan ayunannya. kalau yang dewasa ingin naik permainan juga bagaimana? santai, ada bianglala yang karcisnya Cuma Rp3000 per orang untuk sekali naik.

lampion apel
lampion apel
saya dilatarbelakangi bianglala
saya dilatarbelakangi bianglala

Nah bianglala inilah yang bikin saya dan cami pengen nyoba, tapi bukanya baru jam 6.15 padahal kami sampai di alun-alun jam 5 sore an.  jadi kami jalan-jalan dan foto-foto dulu muter-muter. setelah maghrib baru kita menuju ke bianglala. tapi sebelumnya, saya mampir dulu setor ke toilet. hehe.. toiletnya itu lo unyu banget. gedungnya berbentuk stroberi lohh!!

bahkan sebelum loket karcisnya buka, udah panjang loh antriannya. kami ngantri jam 6.00, dan jam 6.15 sudah menggenggam karcis. langsung kami ngantri lagi untuk naik bianglalanya, yang Cuma makan waktu sekitar 5 menit. dan sampailah giliran kami.

satu box Cuma berisi 2 orang, jadi waktu itu Cuma saya dan cami aja yang naik. begitu pintu ditutup, rasanya langsung kayak masuk oven. gimana enggak, kaca yang mengelilingi kami ipada burem. entah karena memang asli burem atau karena kotor dan termakan usia. Cuma jendela sebelah utara yang bisa buat lihat pemandanga, sedangkan yang sebelah timur, selatan, dan barat pada burem semua. Sebenarnya sayang banget, karena kami jadi gakbisa maksimal lihat pemandangannya. ditambah lagi, pasti ini bisa dimanfaatkan untuk berbuat tidak senonoh (eh maksud loh??).

pemandangan dari atas indah banget( setidaknya itu yang bisa saya lihat dari jendela sebelah utara). karena malam hari, lampu-lampu pada kelap kelip di kejauhan. tapi, eh,, baru 3-5 menitan, udah waktunya turun aja. ahh.. tahu gitu saya langsung beli 4 karcis, jadi waktu mau turun, saya bayar lagi pake karcis yang 2 itu. hehe..

setelah naik bianglala, kami jalan-jalan lagi muter-muter alun-alun di trotoar luar. eh, ada kereta kelinci. pengen naik sih, eh tapi masih kosong, jadi kami batalkan. habis itu kami beli kentang roll. kentang roll itu kentang yang ditusukkan ke semacam tusuk sate tapi panjangnya 40 cm an lah, lalu digoreng. ada yang kentang aja (4000), tapi kami beli yang pake sosis (8000). setelah itu, ditaburi bumbu barbeque, sapi panggang, keju, saos tomat, atau saos sambel.

kentang roll
kentang roll

dan dengan habisnya kentang roll itu, selesai sudahlah kencan ini. kami pulang dari batu jam setengah delapan kurang sedikit. Alhamdulillah.. refreshing sekali.

Foto0352