Posted in Kucing

Kucing – Kucingku Sayang (Part 1)

Dari kecil aku suka sekali dengan kucing, tapi orangtua nggak pernah ngizinkan melihara. Ibu ku adalah orang yang paling anti sama kucing. beliaulah yang keberatan kalau aku pingin melihara kucing, jadi aku Cuma bisa ulet-ulet kucing liar yang sering aku temui.

 1. Nga

Image

suatu hari, akhir September 2011, seekor kucing betina belang tiga ngikutin ibu pulang dari pasar. Nggaktahu kenapa waktu itu ibu tiba-tiba tersentuh hatinya, dan memutuskan buat melihara kucing tersebut. Akhirnya kami beri nama dia ‘gary’ (terinspirasi siputnya spongebob). meskipun namanya Gary, tapi akhirnya kami memanggilnya ‘Nga’.

ImageNga merupakan kucing yang cantik dan elegan. Wajahnya cantik, dia pinter nangkap tikus, dan bertingkah baik. Walaupun gakpernah dilatih, dia selalu pup di luar rumah, gak pernah pipis sembarangan, dan gak pernah nyuri makanan.

Waktu Nga datang, usianya sekitar 10 bulan an, usia dewasa yang cukup buat reproduksi. Jadi beberapa hari setelah kedatangannya, Nga sempat nggak pulang beberapa hari saat mmusim kawin. Saat kembali, dia bunting deh. Setelah 2 bulan, tepat tanggal 8 desember 2011, Nga melahirkan 3 bayi dengan bantuan ibu dan aku. ketiga anaknya yang pertama lucu-lucu, yang warna hitam dikasih nama Item, yang putih dikasih nama Siput, dan yang doreng dikasih nama Ucrit.

karena si item hilang dan siput mati, Nga hanya membesarkan satu anak aja, yaitu ucrit. ucrit tumbuh sehat dan disusui ibunya (asi eksklusif) sampe usia 5 bulan. Saat itu Nga hamil lagi, dan pada 27 Juli 2012 melahirkan 2 anak cakep2 yang diberinama Shiro dan Yelo.

Entah kenapa rasa kasih saying Nga ke Shiro dan Yelo nggak sebesar kasih sayangnya ke ucrit. hanya menyusu 2 bulan, Nga sudah gakmau menyusui lagi. Lama-kelamaan Nga menghindar dari shiro-dan yelo, tiap didekatin pasti marah. Nga semakin jarang pulang, pulangnya kalou makan aja, hingga sekarang Nga udah gak pernah pulang sama sekali.

 Image

2. Siput

ImageSiput adalah anak pertama Nga, Jantan. bulunya berwarna putih dengan sedikit kuning. Di awal kelahiran, Siput sehat dan aktif banget, tapi sejak minggu pertama dia jadi sakit-sakitan (diare dan cacingan), tapi tetap survive.

sekitar umur satu bulanan, Siput meninggal. waktu itu ibu lagi ngeluarin motor dari rumah karena rumah mau di sapu pagi-pagi. entah kejadiannya kayak apa, siput udah menggelepar dan mimisan. darah juga keluar dari mulutnya waktu ibu teriak manggil aku. Aku nangis sambil nggendong siput kecil di tanganku, tapi nyawanya gak tertolong.

pagi itu juga, sebelum berangkat kuliah aku kubur siput di belakang rumah disaksikan ibu dan Nga. kemungkinan Siput mati kelindes motor megapro bapak yang gede itu.

3. Ucrit

Image

Ucrit adalah kucing betina, adiknya siput. Dia lahir sekitar sejam setelah siput dari rahim Nga. warna bulunya doreng abu-abu, dan ekornya pendek banget (cuman seperempat ekor normal). Waktu masih kecil, wajah ucrit mirip banget sama macan, garang. Memang walaupun dia betina, tapi wajahnya cenderung kayak kucing cowok. Meskipun demikian, Ucrit pinter banget action ke kamera. semua foto-fotonya bagus banget, seakan-akan sadar kalau dia lagi difoto.

Seperti emaknya, saat ucrit berusia 10 bulan dia bunting, dan melahirkan 3 bayi lucu tepat pada 12-12-12, 4 hari setelah ulangtahunnya yang pertama. Ketiga anaknya diberi nama Ucil, Haha, dan Ragil.

Nggak seperti kucingku yang lain, Ucrit termasuk kucing yang cerdas. dia bisa buka pintu kamar dan buka jendela (kaca nako). selain itu dia juga termasuk kucing rumahan, jarang banget keluar rumah. Image  Image  Image    Image

4. Item

Item adalah anak terakhir ketiga Nga. Baru seminggu dilahirkan, dia hilang waktu Nga mindah-mindahin anaknya. waktu itu Nga mindahin dia duluan ke rumah tetangga, tapi sama tetangga dibuang sebelum Nga sempat ambil siput.

dia kucing jantan dengan bulu hitam. sejak lahir dia udah sakit-sakitan. belum sempat aku ngambil fotonya, tapi dia udah gak ada duluan.

Advertisements